Pengikut

Selasa, 26 April 2016

BISA KARENA TERBIASA

     Perihal masak memasak sebenarnya saya dulu tidak bisa memasak. Bisanya cuma goreng telur, tahu, tempe & bikin mie instan. Padahal almarhum ibu saya dulu itu catering terkenal di Nganjuk. Terima pesanan kue-kue, nasi kotak & prasmanan untuk hajatan. Trus klo pas Ramadhan bikin kue-kue kering nastar dan kawan-kawannya. Sayangnya blm ada yang meneruskan jejak Ibunda.

     Pertama kali saya masak itu, masak nasi. Jaman dulu magic jar khan masih mahal belum banyak seperti sekarang. Masak nasi harus diaronin dulu, trus baru dikukus. Sekalinya masak nasi belum tahu ilmu kira-kiranya. Alhasil nasinya kebanyakan masaknya. Masak nasi itupun karena terpaksa waktu baru masuk bangku kuliah di luar kota, karena ikut di rumah mertua kakak dan waktu itu ibu mertua kakakku pas pergi keluar kota. Mau tidak mau saya harus masak untuk berhemat. Akhirnya nasinya besoknya kebuang karena saya juga belum bisa bikin nasi goreng. Parah ya... Jangan dicontoh niech.
Habis itu tidak masak lagi...

     Setelah lulus dari kuliah karena belum dapat kerjaan ya tinggal di rumah. Dari situ akhirnya saya sedikit-sedikit belajar menanak nasi. Alhamdulillah akhirnya bisa juga. Walupun sebelumnya pernah kebanyak air & kekurangan air karena belum tahu ilmu kira-kira, jadinya nasinya kelemasan atau kadang masih keras nasinya.
Ya..segala sesuatu harus kita coba dulu. Klo kita tidak pernah mencoba kita tidak tahu apakah itu gagal atau berhasil. Dari beberapa kali kita mencoba kita bisa tahu seberapa pas takaran yang harus kita berikan.

     Dalam hal membuat sayurpun juga begitu, sekali memasak mungkin belum pas bumbunya di lidah kita. Harus dicoba dan dicoba lagi untuk mendapatkan cita rasa masakan yang pas. Bukannya kita tidak bisa memasak, tetapi karean kita tidak pernah mencoba untuk belajar memasak ya hasilnya tidak bisa memasak

Dulu pernah bikin sayur sop tapi rasanya tidak enak banget. Sampai tak buang karena malu sop nya tidak enak. Lama kelaman karena sering mencoba, Alhamdulillah klo aku biki sop, keponakan pada suka. Kata kakak-kakakku masakanku rasanya mirip dengan masakan almarhumah ibu. Apalagi sambel trasinya

Bisa karena terbiasa

Selasa, 19 April 2016

Berproses

     Pada awalnya saya adalah seorang wanita yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Semarang yang bergerak dlm bidang otomotif yang berkedudukan di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Sudah sekitar 11 tahunan lebih bekerja di Perusahaan tersebut, trus kemudian saya resign si pwrtengahan bulan Agustus 2015, dikarenakan keinginan hati ingin dekat dengan Ayah yang sudah berusia 90 tahun Agustus tahun ini dan biar dekat dengan saudara-saudara saya di kampung halaman. Akhirnya saya pulang ke kampung halaman di kota Nganjuk Jawa Timur dan memulai hal baru dengan mencoba Bisnis Online.

     Bingung juga pada awalnya yang mau dijual online apa. Karena belum banyak tahu tentang produk-produknya ambil dari supplier mana. Setengah nekat juga karena belum tahu ilmunya bisnis online. Bismillah saja, klo kita berusaha Allah SWT pasti memberikan jalan. Tanpa di sengaja salah satu teman kuliah saya uploud foto profile nya di BB perhiasan mutiara, kebetulan teman saya itu tinggalnya di Lombok, ya saya pikir pasti harganya tidak kemahalan apabila dijual lagi, jatuhlah pilihan saya untuk menjual perhiasan mutiara online. Alhamdulillah ada beberapa yang closing & ada jg yang order untuk dijual kembali. Waktu itu saya belum tahu ilmu-ilmu untuk bisnis online itu bagaimana. Saya menawarkannya ya asal iklan saja di FB, BB & WA.

     Alhamdulillah kemudian saya diperkenalkan dengan Training para emak-emak pebisnis oleh salah satu teman SMA saya lewat media sosial FB. Di situlah saya mulai mengenal ilmu tentang COPYWRITING yang diperlukan untuk menunjang bagamana cara membuat status di sosial media agar orang tertarik dengan produk yang kita tawarkan.
Tidak hanya ilmu CopyWriting saja, saya ikut juga training online yang mempelajari ilmu tentang Sekali Nyetatus Langsung Deal.
Dari sini akhirnya saya gabung komunitas emak-emak Pebisnis lulusan dari Training online tersebut. Dari salah satu emak Pebisnis Jatim juga saya tahu tentang COVERT SELLING. Jadi banyak teman & dapat banyak ilmu yang ditularkan.

     Belum lagi group-group BB, FB & WA yang bisa menunjang Bisnis on line kita. Karena saya mulai mengenal dunia UMKM juga dari group WA Young Enterpreneur Nganjuk yang kemudian saya bisa kenal dengan ketua UMKM Nganjuk. Dari sini saya kemudian bekerjasama dengan UMKM untuk memasarkan produk-produknya.
Alhamdulillah juga kemudian saya dimasukkan ke dalam komunitas UMKM Jawa Timur untuk menambah saudara & ilmu.Tidak menutup kemungkinan juga kerjasama untuk produk-produk buatan anak negri di luar Nganjuk. Banyak pemuda pemudi yang sukses di Young Enterpreneur Nganjuk yang menginspirasi & menularkan semangatnya.Yuk Belajar Bisnis pun juga saya ikutin. Yang paling heboh & dekat persudaraannya di group telegram BBMers, group para emaks saling support, berbagi dalam banyak hal kebaikan, sudah seperti saudara sendiri.
Ya.... semua itu untuk menunjang bisnis kita. Banyak teman, tambah ilmu dan bisa memperkenalkan produk kita dan pastinya bisa menambah persaudaraan memperbanyak tali sulaturahmi.

    Dalam rangka HUT kota Nganjuk yang ke 1079 diadakan Pesta Rakyat, Pameran produk-produk UMKM, yang dilaksanakan tgl 15 - 17 April 2016, Alhamdulillah saya diikutsertakan untuk menjaga stand UMKM yang bisa kita manfaatkan sebagai media promosi, memperkenalkan diri kita & produk-produk yang kita jual.

Semua berproses, lakukan hal kecil yang bisa kita lakukan dulu.
Selamat berproses.